Overview


Polling Indonesia didirikan pada tanggal 7 Juli 2010 di Jakarta atas prakarsa sejumlah akademisi, peneliti senior dan praktisi survei. Secara legal formal pendirian Polling Indonesia disahkan dalam bentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan Akte Notaris Dewi Maya Rachmandani Sobari, SH, M.KN Tahun 2012.

Polling Indonesia merupakan perusahaan jasa dibidang survei dan konsultan. Ia merupakan perusahaan yang berorientasi profit (profit oriented). Karena itu hubungan Polling Indonesia dengan para pengguna jasa, baik dari perorangan/individu maupun perusahaan dan kelembagaan, bersifat profesional.

Polling Indonesia didirikan dengan tujuan untuk memberikan jasa berupa rekomendasi-rekomendasi kebijakan dan program-program yang berbasis data survei baik itu untuk kepentingan membaca opini publik tentang pemilu dan pemilukada bagi para kandidat, kebijakan publik bagi lembaga negara dan pemerintah dan keputusan bisnis bagi perusahaan.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Polling Indonesia ditopang oleh tenaga-tenaga profesional dan berpengalaman dibidangnya seperti: comparative politic, political marketing, marketing communication, methodolgy research, management, political communication, public administration, public policy, politics and law, statistic, journalism, pshicology sciences, sociology, dan sebagainya. Polling Indonesia didukung oleh jaringan kerja yang massif, kuat dan solid di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Sebagai lembaga profesional di bidang jasa survei yang juga melakukan survei opini publik, Polling Indonesia menyadari perlunya wadah bersama untuk mengatur dunia survei agar lebih berkembang dan sesuai kaidah-kaidah survei yang benar. Untuk tujuan itu pada tahun 2012 maka Polling Indonesia telah tercatat sebagai Anggota Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI). Bersamaan dengan keanggotaanya didalam AROPI, Polling Indonesia juga resmi menjadi anggota World Association for Public Opinion Research (WAPOR).